MACAM-MACAM IBADAH
-----------------
Dan macam-macam ibadah yang diperintah Allah itu, antara lain: Islam (Syahadat, Shalat, Zakat, Puasa dan Haji), Iman, Ihsan, Do'a, Khauf (takut), Roja' (pengharapan), Tawakkal, Roghbah (penuh minat), Rohbah (cemas), Khusyu' (tunduk), Khosyyah (takut), Inabah (kembali kepada Allah), Isti'anah (memohon pertolongan), Isti'adzah (meminta perlindungan), Istighotsah (meminta pertolongan untuk dimenangkan atau diselamatkan), Dzabh (penyembelihan) Nadzar dan macam-macam ibadah lainnya yang diperintahkan oleh Allah.
Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:
"Artinya: Dan sesungguhnya masjid-masjid itu adalah kepunyaan Allah, karena itu janganlah kamu menyembah seorang pun di dalamnya di samping (menyembah) Allah". (Al-Jinn: 18).
Karena itu barangsiapa yang menyelewengkan ibadah tersebut untuk selain Allah, maka dia adalah musyrik dan kafir. Firman Allah Ta'ala:
"Artinya: Dan barangsiapa menyembah sesembahan yang lain di samping (menyembah) Allah, padahal tidak ada satu dalilpun baginya tentang itu, maka benar-benar balasannya ada pada tuhannya. Sungguh tiada beruntung orang-orang kafir itu". (Al-Mu'minuun: 117).
Dalil-dalil macam Ibadah:
1. Dalil Do'a.
Firman Allah Ta'ala:
"Artinya: Dan Tuhanmu berfirman: Berdo'alah kamu kepada-Ku niscaya akan Ku-perkenankan bagimu. Sesungguhnya, orang-orang yang enggan untuk beribadah kepada-Ku pasti akan masuk neraka dalam keadaan hina-dina". (Ghaafir: 60).
Dan diriwayatkan dalam hadits:
"Artinya: Do'a itu adalah sari ibadah". (Hadits Riwayat At-Tirmidzi)
2. Dalil Khouf (takut).
Firman Allah Ta'ala:
"Artinya: Maka janganlah kamu takut kepada mereka, tetapi takutlah kepada-Ku jika kamu benar-benar orang yang beriman". (Ali 'imran: 175).
3. Dalil Roja' (pengharapan).
Firman AllahTa'ala:
"Artinya: Untuk itu barangsiapa yang mengharap perjumpaan dengan Tuhanya, maka hendaklah ia mengerjakan amal shalih dan janganlah mempersekutukan seorangpun dalam beribadah kepada Tuhannya". (Al-Kahfi: 110).
4. Dalil Tawakkal (berserah diri).
Firman Allah Ta'ala:
"Artinya: Dan hanya kepada Allah-lah supaya kamu bertawakkal, jika kamu benar-benar orang yang beriman". (Al-Maa'idah: 23).
"Artinya: Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah, maka Dia-lah yang akan mencukupinya". (Ath-Thalaaq: 3).
5. Dalil Roghbah (penuh minat), Rahbah (cemas) dan Khusyu' (tunduk).
Firman Allah Ta'ala:
"Artinya: Sesungguhnya mereka itu senantiasa berlomba-lomba dalam (mengerjakan) kebaikan-kebaikan serta mereka berdo'a kepada Kami dengan penuh minat (kepada rahmat Kami) dan cemas (akan siksa Kami), sedang mereka itu selalu tunduk hanya kepada Kami". (Al-Anbiyaa: 90).
6. Dalil Khosy-yah (takut).
Firman Allah Ta'ala:
"Artinya: Maka janganlah kamu takut kepada mereka, tetapi takutlah kepada-Ku". (Al-Baqarah: 150).
7. Dalil Inabah (kembali kepada Allah).
Firman Allah Ta'ala:
"Artinya: Dan kembalilah kamu kepada Tuhanmu serta berserah dirilah kepada-Nya (dengan mentaati perintah-Nya), sebelum datang adzab kepadamu, kemudian kamu tidak dapat tertolong (lagi)". (Az-Zumar: 54).
8. Dalil Isti'anah (memohon pertolongan).
Firman Allah Ta'ala:
"Artinya: Hanya kepada Engkau-lah kami beribadah dan hanya kepada Engkau-lah kami memohon pertolongan". (Al-Faatihah: 4).
Dan diriwayatkan dalam hadits:
"Artinya: Apabila kamu memohon pertolongan, maka memohonlah pertolongan kepada Allah". (Hadits Riwayat At-Tirmidzi)
9. Dalil Isti'adzah (meminta perlindungan).
Firman Allah Ta'ala:
"Artinya: Katakanlah Aku berlindung kepada Tuhan manusia. Penguasa manusia". (An-Naas: 1-2).
10. Dalil Istighatsah (meminta pertolongan untuk dimenangkan atau diselamatkan).
Firman Allah Ta'ala:
"Artinya: (Ingatlah) tatkala kamu meminta pertolongan kepada Tuhanmu untuk dimenangkan (atas kaum musyrikin), lalu diperkenankan-Nya bagimu". (QS Al-Anfaal: 9).
11. Dalil Dzabh (penyembelihan).
Firman Allah Ta'ala:
"Artinya: Katakanlah. Sesungguhnya shalatkku, penyembelihanku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah Tuhan semesta alam, tiada sesuatu-pun sekutu bagi-Nya. Demikianlah yang diperintahkan kepadaku dan aku adalah orang yang pertama kali berserah diri (kepada-Nya)". (Al-An'am: 162-163).
Dalil dari Sunnah:
"Artinya: Allah melaknat orang yang menyembelih (binatang) bukan karena Allah". (Hadits Riwayat Muslim)
12. Dalil Nadzar.
Firman Allah Ta'ala:
"Artinya: Mereka menunaikan nadzar dan takut akan suatu hari yang siksanya merata di mana-mana". (Al-Insaan: 7).
